Recent Posts

Jumat, 17 Oktober 2014

Suara atau Sebuah Perkara?


Ketika kamu beraktivitas di pagi hari, entah kamu sedang menonton tv, Ibumu sedang memasak nasi, atau mungkin pada malam hari, ketika Ayahmu sedang mendengar radio kesukaan, Ibumu sedang mencuci pakaian, kamu sedang menulis di blog kesayangan atau ketika Adikmu sedang belajar karena keesokan harinya mau ujian. Dan saat itu pula listrik dirumahmu mati, tidak, bukan hanya dirumahmu saja, coba kamu keluar rumah, lihat dan perhatikan sekelilingmu. Seluruh komplek rumahmu juga listriknya mati.
Lalu apa yang kamu lakukan? Cuma menunggu kapan listriknya akan hidup, atau bosan dengan semua kebiasaan ini. Tidak lama dari itu, kamu mendengar keluhan dari Adikmu yang tidak bisa belajar, atau Ibumu yang tidak sabar.


Ah, sudahlah, kamu bersyukur karena smartphonemu tidak mati bukan. Kamu mulai mencoba mengurangi kebosanan dengan membuka socialmedia,  dan kamu membuka timeline via twitter. Sekarang apa yang kamu lihat? Keluhan, auman, ocehan penuh membanjiri timeline. Dan sekarang kamu tahu, bukan hanya di komplek rumahmu saja yang listriknya mati, tapi satu kota yang bernasib sama denganmu. “Ah, apa-apaan PLN ini! dasar!” ataukah “Percuma bayar PLN, kalo mati terus ni listrik!”. Kamu tahu, itu semua yang membuatku bosan. Memang bosan kalau listriknya mati terus menerus, tapi lebih bosannya ketika kamu mendengar ocehan yang membuat perkara.

Yah, kita sebagai masyarkat memang bebas untuk memberikan suara. Tapi apakah semua itu tidak berlebihan?. Kita sebagai masyarakat sebenarnya harus lebih mengerti mengapa ini semua bisa terjadi. Dan kita tidak harus mengoceh hal-hal yang tidak jelas, bukan. Kita bisa saja bersabar, dan memberi saran kepada pihak PLN. Setiap semua kejadian itu lebih baiknya kita renungi, kita harus sehemat mungkin untuk menggunakan listrik, terkhususnya untuk masyarakat, karena bukan hanya puluhan, ratusan, tapi jutaan jiwa yang menggunakan listrik.

Dan sebelumnya Aku berterimakasih kepada pihak PLN telah berkerja seoptimal mungkin dan bersabar demi melayani masyarakat. Untuk kedepannya Aku hanya berharap agar pihak PLN sendiri lebih optimal lagi dan lebih dekat dengan masyarakat, agar tidak ada masyarakat yang salah paham atas semua kejadian yang telah terjadi sampai saat ini. #IdeKUUntukPLN

2 komentar:

Idrus Dama mengatakan...

Ide tulisannya bagus,,,, Perkenalkan saya, Idrus Dama
Blogger Muslim Gorontalo
www.cahayapena.com

ZO NA. mengatakan...

Terimakasih, Kak. Salam kenal :)

Poskan Komentar